Fast Response

Whats'up 082242433432
Pin BB 56d4728f
Call 6282137593321
Line pusatdataid.com
YM jelly_jony

10 Teknologi yang Dapat Mencegah Kehancuran Bumi

Ada anggapan dari kaum skeptis bahwa teknologi hanya merusak lingkungan. Anggapan ini menantang para ilmuwan untuk mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan.

PBB memperkirakan, hingga tahun 2030 kebutuhan energi akan melonjak sebesar 60 persen. Sebanyak 2,9 miliar manusia akan kekurangan pasokan air. Berikut 10 jenis teknologi yang tergolong dapat mencegah bumi dari kehancuran.

 1. Menghilangkan garam dari air laut


 PBB mencatat, suplai air bersih akan sangat terbatas bagi miliaran manusia pada pertengahan abad ini. Ada teknologi bernama desalinasi, yakni menghilangkan kadar garam dan mineral dari air laut sehingga layak diminum. Ini merupakan solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah krisis air.

Masalahnya, teknologi ini masih terlalu mahal dan membutuhkan energi cukup besar. Kini para ilmuwan tengah mencari jalan agar desalinasi dapat berlangsung dengan energi lebih sedikit. Salah satu caranya adalah dengan melakukan evaporasi pada air sebelum masuk ke membran dengan pori-pori mikroskopis


 2. Memproduksi minyak secara alami



Ada proses bernama thermo-depolymerization, suatu proses yang sama dengan bagaimana alam memproduksi minyak. Misalnya limbah berbasis karbon jika dipanaskan dan diberi tekanan tepat, mampu menghasilkan bahan minyak.

Secara alamiah proses ini menbutuhkan waktu jutaan tahun. Dari eksperiman yang sudah-sudah, kotoran ayam kalkun mampu memproduksi sekitar 600 pon petroleum.
 


 3. Tenaga Hidrogen




 Bahan bakar hidrogen dianggap sebagai bahan bakar alternatif bebas polusi. Energi dihasilkan dari perpaduan antara hidrogen dan oksigen. Problemnya adalah bagaimana hidrogen itu dihasilkan.

Molekul seperti air dan alkohol harus diproses dulu untuk mengekstraksi hidrogen sehingga menjadi sel bahan bakar. Proses ini juga membutuhkan energi besar. Namun setidaknya ilmuwan sudah mencoba membuat laptop serta peranti lain dengan tenaga fuel cell.


 4. Tenaga surya







  Energi surya yang sampai di bumi terbentuk dari photon, dapat dikonversikan menjadi listrik atau panas. Beberapa perusahaan dan perumahan sudah berhasil menggunakan aplikasi ini. Mereka memakai sel surya dan termal surya lain sebagai media pengumpul energi.


5. Konversi Panas Laut





 Media pengumpul tenaga surya terbesar di bumi ini adalah air laut. Departemen Energi Amerika Serikat (AS) menyebut, laut mampu menyerap panas surya setara dengan energi yang dihasilkan 250 miliar barel minyal per hari.

Ada teknologi bernama OTEC yang mampu mengkonversikan energi termal laut menjadi listrik. Perbedaan suhu antar permukaan laut mampu menjalankan turbin dan menggerakan generator. Masalahnya, teknologi ini masih kurang efisien.


 6. Energi gelombang laut




 Laut melingkupi 70 persen permukaan bumi. Gelombangnya menyimpan energi besar yang dapat menggerakkan turbin-turbin sehingga mengasilkan listrik. Problemnya agak sulit memperkirakan kapan gelombang laut cukup besar sehingga memproduksi energi yang cukup.

Solusinya adalah dengan menyimpan sebagian energi ketika gelombang cukup besar. Sungai Timur kota New York saat ini sedang menjadi proyek percobaan dengan enam turbin bertenaga gelombanng air. Sedangkan Portugis justru sudah lebih dulu mempraktekkan teknologi ini dan sukses menerangi lebih dari 1500 rumah.


 7. Menanami atap rumah





 Konsep ini diilhami dari Taman Gantung Babilonia yang masuk dalam daftar Tujuh Keajaiban Dunia. Istana Babilonia terdiri atas atap yang ditanami aneka flora, juga balkon dan terasnya.

Taman atap ini mampu menyerap panas dan mengurangi karbon dioksida. Bayangkan jika burung-burung dan kupu-kupu beterbangan di sekitar rumah hijau kita.




8. Bioremediasi




 Ada proses bernama bioremediasi, yakni memanfaatkan mikroba dan tanaman untuk membersihkan kontaminasi. Salah satunya adalah membersihkan kandungan nitrat dalam air dengan bantuan mikroba.

Atau memakai tanaman untuk menetralisir arsenik dari tanah. Beberapa tumbuhan asli ternyata punya faedah untuk membersihkan bumi kita dari aneka polusi.




9. Kubur barang-barang perusak





 Karbon dioksida adalah faktor utama penyebab pemanasan global. Energy Information Administration (EIA) mencatat, tahun 2030 emisi karbon dioksida mencapai 8000 juta metrik ton.

Metode paling sederhana untuk menekan kandungan zat berbahaya itu adalah dengan menguburkan berbagai penghasil CO2 seperti aneka limbah elektronik berbahaya.

Namun ilmuwan masih belum yakin bahwa gas berbahaya akan tersimpan aman. Tetap saja kelak akan muncul imbas negatifnya bagi lingkungan.




10. Buku elektronik






 Bayangkan, berapa ton kertas dan berapa banyak pohon harus ditebang bagi seantero dunia jika kita semua harus membeli koran, majalah, novel, buku pelajaran, buku tulis, kertas faks, sampai tisu toilet.

Buku elektronik atau surat elektronik yang lebih dikenal dengan e-book dan email memberi kontribusi sangat berarti pada kelangsungan hidup. Dengan teknologi itu, produksi kertas dapat ditekan, sehingga kita tak perlu menebang terlalu banyak pohon.






sumber


Ledakan Meteor di Rusia Terbesar


VIVAnews - Para peneliti mengungkapkan bahwa meteor yang jatuh kawasan Ural, Rusia, pada Jumat pagi, 15 Febuari 2013 waktu setempat, adalah yang terbesar selama satu abad terakhir.

Bola api raksasa itu diberitakan telah merusak ratusan rumah, melukai 1.000 orang di wilayah Chelyabinsk, salah satu kota di Ural, Rusia.

Menurut Peter Brown, Direktur Pusat Ilmu Keplanetan dan Eksplorasi di University of Western Ontario di Kanada, meteor itu awalnya mungkin sebesar 50 kaki atau sekitar 15 meter dan beratnya sekitar 7.000 ton.

Dari rekaman video menunjukkan benda langit itu meluncur dengan kecepatan 40.260 mph (64.800 kph) saat memasuki atmosfer. Namun, setelah melewati atmosfer, benda langit itu terbakar dan meledak menjadi 10 bola api.

"Dari berbagai sensor menggunakan beberapa teknologi, perkiraan awal dari total ledakan yang akan disebabkan meteor itu sekitar 300 kiloton TNT. Tapi jumlah itu baru perkiraan awal," kata Brown dilansir Space, 16 Februari 2013.

Peristiwa lain
Insiden Jumat pagi ini diperbandingkan dengan peristiwa sejenis di Rusia pada 1908, yang dikenal dengan peristiwa Tunguska. Ledakan meteornya meratakan 2.137 km persegi hutan.

"Saya yakin ledakan pada Jumat pagi itu lebih dari 100 kiloton TNT, dan lebih besar dari ledakan di Tunguska," jelas Brown.

Brown pun membandingkan besarnya ledakan dari meteor yang pernah jatuh ke bumi selama satu abad terakhir. Ia menjelaskan peristiwa jatuhnya meteor ke bumi lainnya terjadi pada 12 Februari di Uni Soviet, saat itu ledakannnya setara dengan 10 kiloton TNT.

"Di Indonesia pun pernah terjadi, yaitu pada 8 Oktober 2009. Ledakannya mencapai 50 kilo ton TNT, namun itu terjadi di laut," jelas Brown.

Brown menegaskan bahwa data dari ledakan meteor di wilayah Chelyabinsk masih tahap awal. "Hasil keseluruhan dari total ledakan masih bisa berubah. Kami masih terus menganalisisnya untuk mendapatkan hasil yang akurat," jelas Brown. (ren)

Dijual, Bunker Penyelamat 'Kiamat 2012'.Tertarik?






Mitos bahwa kiamat akan terjadi pada 2012, sudah dipatahkan oleh beberapa ilmuwan. Namun, seorang wirausaha asal Kalifornia justru memanfaatkan isu ini untuk meraup untung.

Bukan bahtera Nuh -- kapal superbesar-- yang ditawarkan. Namun berupa bunker atau lubang perlindungan superkuat yang diklaim bisa menyelamatkan 4.000 orang -- jika sesuatu yang sangat buruk terjadi pada Bumi.

Dalam laman usahanya, Vivos, Robert Vicino menyebut daftar bencana mahadahsyat yang bisa dilindungi oleh bunker produksinya.

Dari, perang nuklir, senjata biologis, datangnya Panet X atau Nibiru, badai matahari, pembalikan kutub Bumi, tsunami global, jatuhnya komet atau asteroid, dan meletusnya gunung berapi super dari bawah Taman Nasional Yellowstone, Wyoming -- yang mirip spekulasi penyebab kiamat 2012.

Tak hanya sesumbar, Vicino bahkan mengajak sebuah stasiun televisi di bawah NBC News, untuk tur di bunker miliknya di sebuah lokasi yang dirahasiakan dekat Gurun Mojave di wilayah Barstow, Kalifornia.

Bunker pertama dari 20 tempat perlindungan yang akan dibangun Vivos, memiliki luas 20.000 kaki persegi, terkubur lima tingkat di bawah tanah. Tebal temboknya tiga kaki.

Bunker tersebut dilengkapi lusinan kamar yang bisa ditinggali 200 orang. Bunker juga dilengkapi rumah sakit dan dapur umum, dengan segala perabotan.

Robert Vicino bertujuan membantu orang-orang biasa yang ketakutan menghadapi potensi kiamat. Orang-orang 'pilihan' itu tentu saja harus berduit.

"Pemerintah [AS] sebenarnya punya fasilitas seperti ini, tapi itu bukan untuk orang-orang seperti Anda atau saya," kata Vicino, seperti dimuat laman The Register, Selasa 13 April 2010.

Jadi, jika Anda mau membayar US$ 50.000 anda bisa dapat kapling di bunker penampungan Vicino. Nama Anda akan tercantum dalam tunggu, sampai bunker itu resmi dijual.

Vicino mengklaim saat ini sudah ada 1.000 calon pembeli kapling di bunkernya.

Di laman Vivos, mitos kiamat 2012 disebut-sebut untuk menarik pembeli. Bahkan dipasang perhitungan waktu mundur hingga 2012.
"Apakah Anda tahu pada 21 Desember 2012 tata surya kita akan selaras dengan celah gelap Bima Sakti untuk pertama kalinya dalam 26.000 tahun? Ini jelas bukan hal baik," demikian tertulis dalam laman tersebut.

Namun, sang pemilik perusahaan, Vicino mengatakan kiamat 2012 hanya satu hal yang kita khawatirkan. Kata dia, masih banyak kekhawatiran yang jadi momok manusia.

"Selain 2012, ada kekhawatiran terkait konflik Iran, kondisi ekonomi yang morat-marit, anarkhi, kemungkinan meletusnya Gunung Yellowstone. Juga gempa bumi dahsyat yang sudah kita lihat," kata Vicino.

Jika Anda salah satu dari 4.000 penghuni bunker Vicino, dia berjanji bunker bikinannya memenuhi syarat-syarat perlindungan bencana dahsyat. Misalnya, gempa bumi hingga 10 skala Richter, semburan 50-megaton nuklir yang diledakkan dalam jarak 20 mil, juga efek badai matahari dengan kekuatan jutaan volt gelombang elektromagnetik.